Posted by: akhmadhs | November 12, 2007

Kemanakah (Ada Band)

Kemanakah
Thanks to: http://www.plentonglyrics.com/lyrics/Ada_Band/Kemanakah/800

Dirimu selalu
Taburkan cahaya di benakku dan kalbuku
Meskipun takdir menghindari kita ‘tuk bersama
Namun ku masih menyayangmu, menantiku

Kemanakah cinta ini
Kupersembahkan tanpamu yang jujur
Mendampingiku
Ceriakanku di sebelah nafasku

Tiada jalan
Mampu satukan kasih kita seutuhnya
Atau manusia mungkin tiada pernah ‘tuk
Mengerti

Akankah cinta selalu ada
Tanpa pelukmu yang amat mesra
Temani tidurku
Bahagiakanku hingga akhir hayatku

Akankah cinta selalu ada
Tanpa cumbu yang halus lembut
Temani sadarkanku
Gairahkanku hingga ajal memanggilku

[Thanks to (Azahari Zaman,renxo_kuken@yahoo.com) for these lyrics]

Posted by: akhmadhs | November 12, 2007

Bila (Gigi)

Bila
Thanks to: http://www.plentonglyrics.com/lyrics/Gigi/Bila/2217

Kata yang kuucapakan ini
Yang sebenarnya dari hati
Bila saja kau mendengar
Harusnya kau mengerti

Mata ini tak terpejam
Bila menjelang malam
Dalam hati dan pikirku
Hanya ada pertanyaan

Bila kau memang milikku
Cepatlah kau kembali

Chorus:
Hinakah bila ku memohonmu
Kembali padaku di sini
Ku tunggu jawabanmu untukku
Kuharap jawaban terbaik

Mata ini tak terpejam
Bila menjelang malam
Dalam hati dan pikirku
Hanya ada pertanyaan

Bila kau memang milikku
Cepatlah kau kembali

Chorus

Bila kau memang milikku
Cepatlah kau kembali

Chorus

Posted by: akhmadhs | September 18, 2007

Yang Terbaik Bagimu

Eh ketemu video clipnya ADA Band feat. Gita Gutawa, lagunya berjudul “Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)”. Liriknya tentang Ayah…

Dad, I miss you so much, wish you’re in peace in heaven.

Lirik & Cords (ambil gitarnya..): Thanks to http://gasana.wordpress.com/2006/06/16/ada-band-yang-terbaik-bagimu-jangan-lupakan-ayah/

ADA BAND – Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)

Intro: D
G A F#m Bm
G A D

D A Bm A G F#m Em A
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
D A Bm A G F#M Em
Indahnya saat itu buatku melambung
A F#M G Em F# Bm
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
A G F#M Em A D
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
D A Bm A G F#m Em A

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
D A Bm G F#m Em
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
A F#m G Em F# Bm
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
A G F#m Em A D
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
G F#m G A D
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
G Bm E
AKu terus berjanji tak kan khianati pintanya
G F#m G A D
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
G Bm E A
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

D A Bm A G F#m Em A
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
D A Bm A G F#m Em
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
A F#m G Em F# Bm
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
G F#m Em A D
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Posted by: akhmadhs | September 18, 2007

Ramadan Kareem .. Suasana Ramadan di berbagai negara

Mau tahu bagaimana suasana Ramadan di berbagai negara? Jelajah via website / blog berikut (Insha Allah akan diupdate kalau ada yang terbaru):

- http://ramadankareem.blogspot.com/

Shaykh Al-Habib Kadhim adressing a crowd of  Swedish Muslim men & women in Uppsala
Shaykh Al-Habib Kadhim adressing a crowd of
Swedish Muslim men & women in Uppsala

Posted by: akhmadhs | September 18, 2007

Berguru Pada Ilahi di Bulan Suci

Ramadan memasuki hari ke 5 di kantor sungguh meriah dengan diadakannya peng-kajian topik2 Islam. Acara diadakan seputar jam makan siang (sebelum/sesudah dhuhur) disertai dengan sholat berjamaah in-between. Berikut summary dari kajian 17 Sept 2007, mudah2an membawa hikmah bagi kita sekalian. Amin..

Berguru Pada Ilahi di Bulan Suci
Oleh Ustadz Rusli Malik.

Berbicara mengenai berguru dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari nilai. Makanya posisi epistimologi dalam Islam sangat ditentukan oleh untuk apa pengetahuan yang diperoleh didayagunakan. Apakah untuk kepentingan di jalan Allah ataukan hanya untuk memenuhi kepetingan duniawi semata, kepentingan pribadi atau pun kelompok.

Manusia dilihat dari struktur tubuhnya terdiri dari tiga bagian, bagian atas disebut kepala yang berfungsi memikirkan ayat-ayat atau tanda-tanda Allah di muka bumi, di tengah ada dada yang merupakan simbol kedirian manusia, dan di bawah ada perut dan sekitar perut yang merupakan simbol makan, minum dan seks.

Manusia diciptakan dari sari pati tanah, kemudian Allah menjadikan air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara yaitu di rahim. Kemudian Allah menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Allah jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging dijadikan oleh Allah menjadi tulang-tulang. Maka kemudian Allah liputi tulang-tulang tersebut dengan daging, dan lalu Allah tiupkan ruh-Nya ke dalam janin tersebut sehingga menjadi ciptaan yang baru (khalqan akhar, Al-Mukminun 23 : 12-14). Ini menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk jasmani sekaligus makhluk ruhani.

Maka dada atau kedirian seseorang akan sangat ditentukan oleh siapa yang mempengaruhinya. Atau dengan kata lain kediriaan seseorang mulia atau tidak ditentukan apakah ia dipengaruhi dan berorientasi oleh dan kepada kepala ataukah ia dipengaruhi dan berorientasi oleh dan kepada perut. Kalau dipengaruhi dan berorientasi perut maka ia akan berpikir hanya untuk makan, minum dan seks. Dan ia pasti akan mementingkan diri sendiri, berbuat dzalim, bahkan kalau perlu membunuh untuk memenuhi kebutuhan perut dan sekitar perut. Sebaliknya orang yang berorientasi kepala ia makan hanya untuk agar bisa memikirkan akan ciptaan dan tanda-tanda Allah di muka bumi yang tujuannya mengantarkan mereka kepada penciptanya yaitu Allah SWT.

Maka puasa adalah kesempatan kita untuk bisa berguru pada Allah dengan menahan (imsak) untuk mendayagunakan semua potensi yang diberikan oleh Allah hanya untuk kepentingan kepala. Itulah hasil yang diharapkan dari puasa yaitu agar bertaqwa. Taqwa hakikatnya adalah transformasi ideologi dan orientasi dari perut ke kepala.

Kalau manusia sudah bertaqwa maka proses berguru akan menjadi maksimal. Karena Allah sendiri yang akan mengajar kepada manusia (Al-Baqarah 2 : 282). Sebab di dalam Islam pengetahuan itu ada dua, pengetahuan yang didapatkan lewat perantara atau manusia yang aktif mencari dan mendapatkannya, yang disebut ilmu hushuli dan kedua adalah pengetahuan yang didapat tanpa perantara atau manusia pasif dan yang aktif Allah (Allah yang mengajar), yang disebut ilmu khudhuri atau kadang lebih dikenal dengan ilmu ladunni. Inilah pesan pertama yang terdapat pada wahyu pertama (Al-`Alaq 96 : 1-5) yang diturunkan kepada Muhammad Saw., yaitu pesan iqra` (membaca), sebuah perintah untuk belajar dan berguru. Syaratnya adalah belajar dengan izin Allah dan untuk mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya, baik lewat perantaraan (bil qalam) atau pun tanpa perantaraan ( maa lam ya`lam).

Dengan berguru manusia akan mendapatkan pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia berbeda dengan binatang (manusia yang hanya berorientasi perut dan sekitar perut lenbih sesat dari binatang ternak, Al-A`raf 7 :179; Al-Furqan 25 : 43-44). Dan orang yang berpengetahuan dan pengetahuannya ia orientasikan untuk memahami ayat-ayat Allah atau untuk orientasi “taqwa” maka ia adalah makhluk paling mulia di mata Allah (Al-Hujurat 49 :11).

Maka marilah kita manfaatkan bulan suci dan penuh rakhmat Allah ini dengan berguru kepada Ilahi dengan cara mengubah orientasi kita dari perut dan sekitar perut menuju ke kepala. Dan itu bisa kita mulai dengan amalan-amalan sebagai berikut : Puasa dengan tidak hanya hanya sekedar menahan makan, minum dan seks, tetapi dengan memulai puasa panca indera, banyak membaca Al-Qur`an, memperbanyak shalat sunnah, memperbanyak sedekah dan infak, memperbanyak amal saleh, memperbanyak doa dan dzikir, dan amalan-amalan saleh lainnya. Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan ilmunya langsung kepada kita (ilmu khudhuri atau ladunni).

Amin, wallahu a`lam bish shawab

« Newer Posts - Older Posts »

Categories